Blog

Bubur Ayam Organik

Bubur Ayam Organik – Setiap orang tua pasti ingin selalu memberikan yang terbaik untuk si kecil. Tetapi jika terlalu sibuk dengan banyak kegiatan lainnya, sebagai orang tua sudah menyiapkan makanan si kecil untuk waktu selanjutnya. Apalagi seperti ini sangat praktis, tinggal memanaskan sebelum disajikan.

Bubur Ayam Organik

Apakah Makanan Bayi Organik Boleh Dipanaskan?

Terdapat anggapan bahwa memanaskan makanan bayi akan bagus untuk sistem pencernaan bayi dan menghilangkan bakteri yang ada di makanan tersebut. Namun, ada juga orang  tua yang merasa ragu tentang hal memanaskan makanan ini.

Sebenarnya boleh saja memanaskan makanan bayi sebelum disajikan. Apalagi jika si kecil terbiasa menyantap makanan hangat. Namun ada juga sebagian bayi yang terbiasa makan ketika makanan sudah lumayan dingin. Hal ini harus disesuaikan dengan kebiasaan si kecil makan. Bayi boleh saja mengonsumsi makanan dingin ataupun makanan hangat.

Tips Memanaskan Bubur Ayam Organik yang Benar

Ketika melihat ada makanan dingin ataupun yang sudah disimpan dalam freezer, jangan langsung panaskan dulu. Ketahui dulu apakah makanan tersebut lebih enak dimakan dalam keadaan dingin ataupun dalam keadaan hangat. Karena ada beberapa makanan yang lebih enak dimakan dalam keadaan hangat seperti sup, bubur ayam organik MPASI. Jika untuk pertama kalinya dan belum tahu apakah si kecil suka menyantap makanan dingin atau hangat, coba berikan sedikit dulu misalnya satu sendok. Jika dia suka yang hangat maka berikan yang hangat. Jadi, waktu yang tepat boleh kapan saja sebenarnya asalkan si kecil suka.

  • Jangan Langsung Dipanaskan

Saat makanan baru saja dikeluarkan dari lemari pendingin, maka jangan langsung dipanaskan. Tetapi tunggu dulu beberapa saat hingga makanan yang sudah beku tersebut mencair. Atau ketika sudah tidak ada lagi es beku menempel di makanan tersebut.

Boleh memanaskan dengan cara manual  di kompor ataupun menggunakan microwave. Sebaiknya gunakan pelindung  ataupun penutup di atas wadah makanan jika dipanaskan di microwave dan dipanaskan hanya beberapa menit saja.

  • Mengecek Suhu Makanan

Jika memanaskan makanan maka perlu mengeceknya untuk memastikan makanan sudah hangat secara sempurna. Tetapi jangan langsung berikan dalam keadaan sangat panas pada si kecil. Maka, diamkan beberapa menit hingga suhunya sudah cukup dingin baru diberikan. Juga bisa mengaduknya agar suhu panas makanan cepat berkurang.

  • Jangan Panaskan Lebih dari Satu Kali

Jika sebelumnya makanan tersebut sudah dihangatkan sekali, maka jangan hangatkan untuk kali kedua. Makanya ketika ingin memberi makan si kecil, ambil sesuai porsi yang dibutuhkan dan panaskan. Sajikan secukupnya saja, simpan kembali sisanya di lemari pendingin.

  • Jangan Menyimpan Terlalu Lama

Makanan bayi juga tak boleh disimpan terlalu lama di mana maksimal waktu penyimpanan hanya sekitar 2 hari. Apalagi jika makanan tersebut sudah berubah warna dan bau, jangan dipanaskan kembali meskipun bubur ayam organik sehat baru satu hari disimpan.

Waktu yang Tepat Memberikan MPASI untuk Si Kecil

Saat bayi sudah masuk usia 6 bulan, maka inilah waktu dia mulai makan makanan padat. Tidak cukup hanya bergantung pada asupan ASI, harus diberikan MPASI. Sebab kebutuhan nutrisi semakin banyak  dan tidak bisa terpenuhi dengan ASI saja. Jika hal ini tak diindahkan oleh orang tua, maka besar potensi si kecil malnutrisi.

  • Tidak Boleh Lebih Cepat atau Lebih Lambat

MPASI  mulai atau pertama kali diberikan hanya ketika bayi sudah berusia 6 bulan. Tidak boleh diberikan lebih cepat misalnya saat bayi masih berusia 4 atau 5 bulan. Juga tidak boleh diberikan terlalu lambat misalnya ketika sudah berumur 7 atau 8 bulan. Pemberian di waktu yang tepat  memiliki manfaat yang sangat penting agar pertumbuhan dan perkembangan bayi bisa berjalan dengan lancar.

  • Pelengkap Kebutuhan Gizi

Si kecil yang tidak bisa lagi hanya menerima gizi dari ASI sudah harus makan makanan padat seperti bubur ataupun nasi tim dan puding yang bisa dibeli  di tempat jual bubur ayam organik. Karena belum tumbuh gigi, maka makanan yang diberikan harus dihaluskan terlebih dulu.

Zat gizi dari MPASI yang dibutuhkan mulai dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin hingga air dan berbagai mineral yang lainnya. Banyak bahan makanan yang mengandung karbohidrat yang bisa dikonsumsi si kecil mulai dari nasi, kemudian kentang hingga umbi-umbian yang lainnya. Protein hewani dari ikan, daging ayam dan daging yang lainnya. Protein nabati dari kacang-kacangan.

Berkaitan dengan hal ini yang menjadi tantangan ialah pada pemenuhan mikronutrien yang juga tak kalah pentingnya dengan makronutrien untuk si kecil. Mulai dari zat besi, kalsium, tembaga, seng dan yodium yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak, fisik hingga sistem imun si kecil. Agar tercukupi,  si kecil tidak boleh hanya memakan satu jenis makanan saja. Tidak boleh hanya satu jenis sayuran atau buah saja, harus bervariasi.

  • Pemberian Secara Bertahap

MPASI selain diberikan dalam waktu yang tepat, tidak boleh terlalu cepat dan terlalu lambat. Ternyata juga harus diberikan secara bertahap dan dilihat mulai dari tekstur, frekuensi hingga porsi makanan.

    • Usia 6-9 bulan.

Makanan yang diberikan bertekstur encer menyerupai ASI, kemudian beranjak ke puree ataupun disaring. Juga makanan yang dilumati. Untuk frekuensinya diberikan 2 hingga 3 kali makan besar. Untuk selingannya hanya 1-2 kali saja. sedangkan ukuran porsi sebanyak 2-3 sendok makan sampai ukuran setengah mangkok berukuran 250 ml.

    • Usia 12-23 bulan

Tekstur makanan menyerupai makanan keluarga. Frekuensinya 3-4 kali makan besar dengan 1-2 selingan. Sedangkan untuk porsinya mulai ¾ sampai satu mangkuk penuh ukuran 250 ml.

  • Perhatikan Nutrisi

Meskipun diberikan MPASI bukan berarti nutrisinya sudah tak perlu diperhatikan lagi. Masalahnya jika salah memilih dan mengolah, bisa saja nutrisi yang sudah ada dalam MPASI  tersebut hilang. Boleh saja beli MPASI homemade, namun di lokasi yang terpercaya yang sudah jelas diolah dengan bahan segar dan higenis seperti bubur organik Onic.

Nah, jadi makanan bayi boleh saja diberikan dalam keadaan dingin ataupun panas disesuaikan dengan menu makanan tersebut. Seperti bubur akan lebih enak dipanaskan ataupun dihangatkan terlebih dulu sebelum diberikan kepada bayi. Terutama jika makanan tersebut masih sangat beku, harus didiamkan terlebih dulu beberapa saat setelah dikeluarkan dari freezer.

Kemudian, berikan MPASI sesuai umur  bayi. Secara bertahap sehingga perubahan tekstur yang diberikan ditanggapi dengan baik oleh mulut bayi. Jangan langsung berikan yang keras, akan lebih baik dilumatkan terlebih dulu. Hal ini sangat penting diperhatikan oleh orang tua begitu juga saat memberikan bubur ayam organik. Jika Anda tertarik untuk memperoleh mpasi yang sehat untuk anak Anda, cobalah produk dari bubur organik Onic. Jika tertarik pada produk ini maupun untuk menjadi agennya Anda bisa mencoba menghubungi kami di nomor telepon 0821-2524-3680 atau melalui alamat email info@buburorganik.co.id.

Kontak

Ingin Menjadi Mitra?

Bubur Organik Onic ™ mencari mitra di seluruh Indonesia. Silahkan isi form atau Anda bisa menghubungi kami di :

Phone / WhatsApp : 081230002590
Email : info@buburorganik.co.id

× WhatsApp